Berhubung sedang tidak banyak kegiatan, di kamar apato yang dingin
ini, iseng-iseng kembali membuka dunia yang dulu begitu hangat dan
meriah. Penuh berbagai canda dan diskusi yang segar namun mendidik.
Zaman dimana diskusi lebih utama dari sekedar pamer diri dengan berbagai
status dan kesibukan sehari-hari.
Namun kini masa kejayaannya sudah lewat...sudah sejak lama tenggelam.
memang
ada beberapa yang mencoba membangkitkan kembali, menawarkan suara dan
cerita untuk kembali dibahas bersama....bersama...kebersamaan...sesuatu
yang telah hilang, ketika yang bisa bergabung hanya seorang dan beberapa
gelintir teman.
pun demikian diriku, lama
menghilang....kesibukan, ketidakpedulian,teralihkan dan berbagai macam
dalih lainnya. ketika kucoba berkunjung kembali, memang bukan lagi
hangatnya diskusi yang kujumpai. Namun jejak langkah yang dulu pernah
kulewati, ibarat puing-puing coloseum yang dulu gagah perkasa. Sisa
kemegahannya tetap terlihat diantara puing-puing yang tinggi menjulang.
Demikian
pula disana, board yang beraneka macam, topik yang bahkan bisa beribu
halaman dan hangatnya keakraban penunggunya, dulu...di masa kejayaan.
Mungkin
ku ibarat menelusuri museum yang dulu sangat kubanggakan, pernah
menjadi bagian darinya, sekaligus bercermin, melihat diriku di masa
lalu.
Ketika tiba-tiba kusinggah di sebuah bahasan,
sebuah wadah perkumpulan tempat kami biasa bercengkrama, yang dalam
setahun ini replynya mungkin bisa dihitung dengan jari. Tak terasa air
mata tiba-tiba membayang di pelupuk mata.
Bukan hanya melihat,
dulu pernah sangat akrab, mengingat memori kegiatan bersama yang penuh
canda dan tawa, melihat rumah itu kini ibarat kuburan yang
sepi...hening...tak ada lagi kehidupan.
teringat orang-orang yang
dulu pernah akrab, namun kini bahkan tak tahu kabar beritanya sama
sekali, tanda tanya dan penasaran yang menggerogoti jiwa tiba-tiba
membuatku tersiksa,
teringat seseorang yang di situ, di rumah itu
senantiasa menyemarakkan suasana, namun Alloh sangat menyayanginya, Dia
lebih dulu memanggilnya.
Meniti kembali memori yang
lain, sepenggal masa lalu...penggalan yang begitu besar..yang membuatku
terhenyak. sesuatu yang kuabaikan begitu saja di masa kalut itu.
ternyata di sana tersimpan sisa-sisa perjuangan yang pernah dijalani.
Maaf...aku tak tahu, maaf...aku baru membukanya kembali.
walaupun aku tahu, tentu tak perlu juga diri ini, menjawab tanya yang sudah sedemikian jauh kadaluarsa.
semua kenangan, semua jejak perjalanan seakan membebani dada ini.
maaf kutak berani berlama-lama...pandanganku sudah demikian memudar untuk membaca setiap kata
entah kapan kubuka lagi lembaran itu, singgah kembali..itupun jika masih ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar